jump to navigation

Membuat rem tromol menjadi lebih pakem.. August 22, 2013

Posted by Red Bikerz in Bikes tips.
Tags: , , , , , ,
2 comments

Pulsar 180 UG4 saya yang bernama Alieno Blu, punya penyakit bawaan.. saya kurang tau apakah masalah ini merupakan kesalahan desain dari Bajaj atau gimana soalnya teman-teman di Prison (Pulsar Rides South Borneo) juga banyak memiliki masalah yang sama, rem tromol belakang kurang pakem.. setiap rem belakang di tekan, motor cuma melambat sedikit.. tapi tetap ngeloyor..

Awalnya saya pikir masalah kampas rem belakang yang sudah habis, ok coba dibongkar tapi ternyata kampas masih tebal karena jarang dipakai, saya coba untuk tetap kampas ganti yang ori.. hasilnya direm tetap ngeloyor (waktu masih pakai velg ori Pulsar).

Percobaan kedua, sewaktu ganti velg ruji.. tromol ganti pakai punya Yamaha Scorpio, jadi kampas rem ganti pakai punya Pio asli.. hasilnya tetap ngeloyor kalau di rem..

Percobaan ketiga, kampas rem di gerinda melintang, dan tromol dikasih air aki biar bersih.. tetap aja hasilnya sama.. fiuhh..

Sebenarnya ada pikiran ingin ganti pakai cakram, tapi ternyata harganya mahal.. bahannya saja untuk merk PSM yang kualitas lumayan, harganya Rp 600.000 belum ongkos bubut dan lain lain, total bisa habis satu jutaan.. :(

Akhirnya saya coba pakai prinsip kerja obeng, makin panjang tuas maka makin kuat cengkeraman.. ya sudah nggak ada salahnya dicoba, beli tuas rem punya Suzuki Thunder (Rp 15 ribuan).. lalu dipotong untuk disambung las listrik pelat besi sekitar 5cm, jadi lebih panjang (ada di gambar). Lubang di bagian bawah karena sempit dibor agar lebih lebar, ongkos las cuma Rp 10.000,-

image

image

Hhmm.. guess what? It perfectly works!!

Rem belakang jadi empuk, di tekan agak keras roda belakang sudah bisa ngunci, naik motor sekarang jadi lebih pede dengan rem belakang pakem gini.. hehehe..

image

Alhamdulillah, akhirnya masalah lama sudah teratasi.. :) jadi intinya kalau rem tromol belakang Pulsar anda kurang pakem.. nggak ada salahnya mencoba dengan cara memanjangkan tuas belakang..

Semoga berguna ya..

Regards,

Review Samsung Galaxy S2 setelah pemakaian 2 tahun 8 bulan pemakaian July 18, 2013

Posted by Red Bikerz in review.
Tags:
add a comment

image

Review ini dibuat bukan menurut pemakaian cuma beberapa jam saja, tapi hitungan tahun.. jadi menurut saya ini adalah review yang jujur sejujur jujurnya..

Nggak terasa sudah pakai SGS2 mulai 31 Oktober 2011 jadi saya pakai gadget ini sudah selama 2 tahun 8 bulan, pemakaian 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, alias SGS2 ini nggak pernah libur.. :)

Gadget merupakan barang yang penting bagi saya, karena kerjaan saya sangat-sangat banyak menggunakan gadget ini, dari fungsi dasar telpon, sms dan alarm, Reminder, Notes, Agenda Calendar, sampai kontrol usaha saya menggunakan Yahoo messenger dan Gtalk, check laporan pembukuan setiap hari di email, handle customer di whatsapp, kakao talk dan Line, kontrol rekening dan transaksi Bank+token menggunakan browser, photo bukti-bukti pengiriman via ATM, baca berita di Pulse, Flip dan Twitter timeline, dan Socmed macam FB, Path, Instagram dan lain lain..

image

Setelah dua tahun lebih pemakaian, untuk fisik SGS2, layar masih tajam seperti baru beli, tombol-tombol fisik, seperti home, volume dan power masih berfungsi normal, kamera depan belakang normal, battere masih ori.. yang masalah cuma charger ori yang pelindung karetnya sudah terkelupas.. tapi masih berfungsi normal, untuk casing bagian belakang masih mulus karena semua dilindungi oleh case Otterbox.. case yang kualitasnya sesuai dengan harganya, biarpun ada beberapa bagian yang patah sendiri karena umur, tapi tetap bisa dipakai.. (dulu belinya Rp 350.000-an di kaskus, agak mahal tapi worthed).

image

Selama pemakaian, ada beberapa kali jatuh.. wajar untuk sebuah gadget, tapi jumlah jatuhnya masih dalam hitungan jari dan tidak ada yang rusak, semua normal karena mungkin pengaruh dari case Otterbox..

Untuk Battere, di charge seperlunya baik menggunakan charger ataupun menggunakan power Bank.. jika sudah fully charged segera saya cabut charge-nya.. jadi nggak ada istilahnya saya tidur sambil charge terus terusan, bisa mengurangi masa pakai battere nantinya..

Untuk pemakaian, memang diakui akhir-akhir ini memang agak melambat dan sering tiba-tiba restart sendiri, tapi setelah browsing.. ternyata itu gara-gara data yang ada di HP nggak pernah dipindah ke PC dari baru beli 2 tahun lalu… hhmmm.. setelah sebagian file-file dan ribuan poto dipindah ke PC, masalah pun hilang.. SGS2 pun running smooth kembali..

Pernah juga bermasalah pada keyboard virtual, yang kadang kadang kacau dalam menampilkan tulisan, setelah dibawa ke Samsung service center mereka menawarkan untuk upgrade ke OS Ice Cream Sandwich (sebelumnya Jellybean), setelah upgrade.. masalah keyboard kacau tadi hilang..

Kesimpulan saya, mungkin inilah kenapa Samsung merupakan produk paling top di antara vendor lainnya.. saya belum pernah menggunakan produk android lain dalam waktu lama, tapi mungkin Samsung lah salah satu di antara yang terkuat..

Mungkin saya masih akan lama pakai SGS2 ini, karena saya pernah coba SGS4.. kayaknya perubahannya nggak terlalu kerasa, paling pindah-pindah view photo pakai gesture tangan, layar yang lebih besar, dan processor yang quadcore (percaya deh gak kerasa bedanya sama dual core).

Ok itu aja, semoga berguna..

Regards,

Memasang knalpot Tiger Revo di Pulsar P180 UG4 codename Alieno Blu July 14, 2013

Posted by Red Bikerz in Uncategorized.
add a comment

image

Sebenarnya saya cukup puas dengan knalpot standar UG4, dengan suara swing swing mirip motor matic dan teknologi exaustTec yang katanya bisa mengurangi emisi gas buang dan meningkatkan tenaga..

Tapi.. punya motor tanpa suara bukannya tanpa resiko.. memang sih suara motor jadi senyap dan tidak mengganggu pendengaran orang ketika kita lewat, tetapi kendalanya.. ketika kita di jalan dan kecepatan sudah diatas 50KPJ, pengendara lain jadi tidak awas dengan kehadiran kita karena suara mesin dan knalpot tidak terdengar.. kasian kalau liat orang terkaget kaget kalau kita salip, bahkan sudah seringkali hampir tabrakan gara-gara ada orang belok mendadak soalnya dipikir nggak ada orang, untung aja ada klakson yang lumayan kenceng.

Ok, mungkin waktunya untuk ganti knalpot.. tujuannya agar suara tidak terlalu senyap ketika dijalan.. kriteria memilih knalpot menurut saya adalah knalpot tersebut harus ori milik motor lain, jadi tidak akan menimbulkan masalah jika suatu saat saya touring di daerah lain dan daerah tersebut melarang knalpot bukan ori..

Pilihan saya ada dua, knalpot Tiger Revo atau Knalpot P220 (di bobok dikit).. Tapi ternyata setelah browsing-browsing.. baru tau kalau harga knalpot P220 tu jauh lebih mahal dari knalpot Tirev, yah diputuskan aja pilih knalpot Tirev.. dan kebetulan ada temen di klub Tiger dulu yang mau jual knalpotnya seharga Rp 300.000,- ya udah sikat aja, kapan lagi dapat knalpot Ori seharga knalpot N0b* yang sering dipakai para Alay dan punya julukan knalpot yang mempunyai kecepatan suara, alias suaranya udah sampai tapi motornya masih 2 km lagi saking kenceng dan berisiknya ni suara knalpot..

Ok knalpot dibawa ke tukang las, dan setelah berdiskusi sedikit dengan tukang las, maka diputuskan untuk memasang knalpot ini ada 3 hal yang harus dikerjakan..

1. Merenggangkan bagian tengah knalpot, di belah sedikit kemudian direnggangkan dan ditutup kembali dengan las listrik. agar bagian bawah knalpot tidak terlalu turun kebawah, dan juga baut di belakang bisa pas nempel di footstep belakang.

2. Karena lubang baut depan Tirev lebih kecil diameternya dari punya UG4, maka lubang bautnya di perbesar agar pas masuk..

image

3. Karena knalpot Ori Pibo UG4 berfungsi juga sebagai penahan standar tengah, maka setelah knalpot Tirev dipasang, agar standar tengah tidak kena rantai, standar tengah ditambahi besi yang berfungsi sebagai ganjelan, agar standar tersebut tidak kena rantai..

Ok setelah sekitar 45 menit dan ongkos las listrik Rp 40.000, selesai sudah proses pemasangan knalpot Tirev di UG4 saya yang bernama Alieno Blu ini, hmmm.. kalau diliat dari eksterior, knalpot ini memang pas sama Alieno Blu.. warna chrome dari knalpot serasi dengan chrome dari velg jari-jarinya hehehe..

image

Untuk impresi pemakaian.. selain suara jadi merdu ngebas, tenaga bagian bawah jadi berisi.. gas dikit langsung lari, agak lebih galak dari sebelumnya, jadi pengen ngegas terus, saya sampai bingung dan terus bertanya-tanya.. ini saya lagi naik Pulsar atau naik Hypermotard ya? Hueheh..

Semoga berguna untuk nusa dan bangsa..

Regards,

Membuat velg ruji menjadi tubeless.. January 15, 2013

Posted by Red Bikerz in Bikes tips.
10 comments

Uhhmm.. mulai dari mana ya? Lama nggak nulis blog, jadi agak kaku nih..

Ok lets start, Alieno Blu sudah saya modif, menggunakan velg jari-jari tubeless.. Velg ini saya beli dari anggota Prides, beruntung buat saya.. salain harga yang mursidah dan nggak afghan, velg ini sebelumnya memang dipakai di UG4, jadi nggak ada masalah dalam hal pemasangan velg di motor, bahkan speedometer dapat berjalan dengan lancarnya (biasanya masalah velg aftermarket utk Pulsar ada di Speedometer yang nggak jalan).

Sebenarnya sewaktu beli, velg ini sudah tubeless.. menggunakan lem aluminium merk Sikaflex.. tetapi, mungkin karena sudah lama, jadi kadang masih ada bocor halus disana-sini alias karet silikonnya sudah mulai kendor di dalam velg..

Ok, saya putuskan untuk menggerus semua sisa silikon sikaflex di dalam velg, dan menggantinya dengan ban dalam matic (Thx forum kaskus untuk tips n trik-nya).. langkah-langkahnya adalah..

(Cara sama untuk velg depan dan belakang)

1. Siapkan ban dalam matic, cutter dan lem castol secukupnya.. dan kalau bisa ratakan bagian dalam velg dari ruji-ruji biar rata..

image

2. Belah ban dalam matic pas di tengahnya (yang ada garis lipatan), belah pakai cutter menjadi sama lebar. Jangan takut ban dalam matic kurang lebar, velg belakang saya ukurannya 4.2 inch pakai ban dalam matic biasa, cukup aja tuh..
3. Jadikan ban dalam tersebut sebagai alas untuk velg, dan nantinya ban luar dan bibir velg yang akan menjepit ban dalam tersebut.. (Pasti Bingung kan? Saya juga bingung jelasinnya, liat gambar aja ya? ).

image

4. Taruh pentil di tempat yang semestinya.. (Di dalam lobang pentil)
5. Lapisi lem castol secukupnya antara velg dan ban dalam.. biar nanti nggak bergeser pas ban luar dipasang..

image

6. Pasang Ban secara manual, kalau pakai mesin juga bisa tapi agak susah..

image

7. Selesai untuk velg belakang, dan selanjutnya untuk velg depan kurang lebih sama..

image

Naah.. selesailah proses membuat velg ruji menjadi tubeless.. untuk reliability atau ketahanannya saya belum tau, kan harus dicoba touring dulu bro..? Heheehe tapi mending diliat review brader2 di kaskus deh, rata2 memang kuat kata mereka, bahkan ada brader penyemplak Tiger yang sampai sekarang udah pemakaian dua tahun sampai dibawa touring keliling pulau Jawa kuat aja tuh..

Semoga berguna..

Regards,

Aldi

Alieno Blu.. setelah pemakaian 28.000 km selama 1 tahun 4 bulan June 15, 2012

Posted by Red Bikerz in Uncategorized.
Tags: , , ,
5 comments

image

Tidak terasa, sudah 28.000 mileage yang tercatat di Pulsar 180 UG4 saya (namanya Alieno Blu, soalnya kepalanya kaya alien dan warnanya biru ) jarak ini ditempuh selama 1 tahun 4 bulan, pemakaian harian dan touring.

Alieno Blu tidak punya masalah berarti, suara mesin masih halus mungkin karena oli diganti setiap max 2.500km, tapi kemarin ada samar-samar desiran suara kamrat.. setelah dibawa ke bengkel resmi, LAT sedikit dimodif lalu suara kamrat hilang. lampu headlamp masih terang, ban merk MRF masih tebal (biarpun ada beberapa tambalan). Fuel comsumption juga masih sama 1 liter bisa menempuh 50 km sampai 60 km.

Ini adalah part-part yang sudah saya ganti selama pemakaian 28.000Km :

1. Kabel kopling
2. Kampas rem depan (baru aja ganti)
3. Rantai + gear set
4. Kedua busi kanan – kiri

Part yang diganti untuk tahun pertama tidak terlalu banyak, tapi dana cadangan tetap harus dipersiapkan, karena Pulsar UG4 ini rencana akan dipakai selama 5 tahun.

Manusia tidak ada yang sempurna, apalagi sepeda motor… dalam setahun ini bukannya tidak ada masalah, ada 2 masalah yang lumayan. Yang pertama adalah starter ngadat gara-gara aki, sudah diganti dealer karena masalah garansi. Dan yang kedua adalah komstir yang sudah agak oblak, biarpun beberapa kali di rapatkan, tetap goyang.. mungkin harus diganti.

Itu aja, semoga berguna ya..

Regards..

membuat jaringan WI-FI sendiri menggunakan PC/Laptop dan Windows XP June 14, 2012

Posted by Red Bikerz in Information Technology.
Tags: , , , ,
3 comments

membuat access point sendiri menggunakan windows XP.. yaah semacam tetheringnya Android tapi menggunakan PC sebagai access point-nya..

yang harus ada adalah

1. PC/Laptop

2. Wifi adapter

3. jaringan internet

4. software virtual AP (bisa didownload disini http://www.virtual-ap.com/)

caranya mudah,,

setelah di install, pastikan komputer yang berfungsi sebagai access point sudah terhubung dengan internet, lalu kemudian tinggal dijalankan saja..softwarenya..

Image

kemudian klik button Start-sharing untuk mengaktifkan wifi.. dan selesai..

semoga berguna..

Do it Yourself : Mengganti kampas rem depan Bajaj Pulsar 180ug4 hanya 10 menit June 2, 2012

Posted by Red Bikerz in Uncategorized.
Tags: , , , , ,
add a comment

Ok hari minggu ini daripada nganggur, mendingan ganti kampas rem depan Alieno Blu yang udah berumur satu tahun lebih dan mulai longgar daya cengkeramnya..

Kampas udah ditebus di beres Bajaj Banjarmasin, harga IDR 38,000 kampas dibeli sehari sebelum Bajaj menaikkan harga sparepart mereka.. (mungkin kalau beli sekarang kampas rem depan harganya udah IDR 58,000 CMIIW).

Ok here wes goes..

1. Pertama-tama lepas kedua baut pengikat kampas ke fork depan..

image

2. Kemudian, copot kedua besi kecil pengunci yang ada di besi  tengah panjang..

image

3. Setelah kedua pengait dicopot, tarik besi panjang menggunakan tang untuk melepaskan kampas yang mau diganti.

image

image

4. Setelah kedua kampas lepas, tidak ada salahnya bagian dalam rem dibersihkan dulu dari debu dan tanah yang menempel pakai detergen sebelum memasang kampas baru.

image

image

5. Setelah dibersihkan, pasang kedua kampas yang baru.. kemudian pasang besi panjang beserta kedua pengaitnya.

image

image

5. Setelah terpasang semua, pasang kembali cakram ke fork depan.

image

image

6. Lakukan pengereman sambil memutar ban selama beberapa kali untuk menyesuaikan kampas yang baru.

Selesai.. cukup mudah dan cepat, memasang kampas cuma membutuhkan 5 – 10 menit saja :)

image

Semoga berguna ya..

mobil front wheel drive vs mobil rear wheel drive, mana yang lebih baik? May 19, 2012

Posted by Red Bikerz in cars.
add a comment

Chrysler Crossfire Rear-wheel

Di dunia kendaraan roda empat, terbagi jadi 3 jenis tipe berkendara.. yaitu front-wheel drive,
rear wheel-drive, dan front-rear wheel-drive atau 4WD. Masing-masing mempunyai keunggulan dan
kekurangan, disini saya akan membahas tentaang front-wheel dan rear-wheel, mana yang lebih baik.

rear-wheel drive

Dulu, semua mobil menggunakan sistem rear wheel-drive, karena sistem ini memberikan keseimbangan
mobil yang lebih baik karena roda depan hanya berfungsi sebagai steer, sedangkan untuk
penggeraknya dilakukan oleh roda belakang.. Tetapi karena biaya produksi mobil-mobil rear-wheel
rata-rata lebih besar daripada front-wheel, maka produsen mobilpun sekarang lebih banyak
memproduksi mobil-mobil entry level mereka, rear-wheel umumnya masih diproduksi tetapi hanya untuk
mobil high-end saja.

BMW Z4 

Keunggulan mobil dengan rear-wheel selain kesimbangan sasis adalah transfer bobot yang lebih baik pada saat berakselerasi. transfer bobot pada saat berakselerasi ini penting, karena pada saat berakselerasi bobot mobil langsung dipindahkan ke bagian belakang dan efeknya cengkeraman ban belakang jadi lebih besar menjadikan kemungkinan untuk mobil mengalami sliding jadi lebih kecil.

Rear-wheel drive juga bagus dalam hal pengereman, karena keseimbangan sasis yang baik maka pada saat pengereman bobot akan ditransfer sama rata ke bagian belakang mobil dan ke bagian depan mobil, jadi bagian depan tidak akan menerima bobot yang melebihi kapasitasnya sehingga ketika terjadi “panic braking” driver masih bisa mengendalikan mobil.

Kelemahan mobil rear-wheel adalah karena harga produksi yang mahal mengakibatkan harga mobilnya rata-rata mahal, selain itu membutuhkan ruang yang lebih besar daripada front-wheel akibatnya kabin mobil jadi lebih sempit daripada front-wheel.

Front-wheel drive

Keunggulan dari mobil dengan front-wheel drive adalah harga produksi yang lebih murah, karena produsen mobil lebih mudah untuk menyatukan mesin dan transaxle pada bagian depan saja, mengakibatkan harga mobil dapat ditekan. Mobil jenis front-wheel juga lebih irit dalam hal konsumsi bahan bakar, karena itu mayoritas mobil-mobil yang beredar sekarang menggunakan front-wheel drive system.

Benefit front-wheel adalah kabin interior yang lebih lega daripada rear-wheel, karena semua sistem hanya ditempatkan di bagian depan saja. Bagian tengah dan belakang khusus penumpang dan kompartmen barang saja.

MIstsubishi Outlander

Kelemahan mobil front-wheel adalah keseimbangan yang buruk, mengakibatkan kontrol mobil lebih susah dan juga pengereman yang tidak sebaik rear-wheel. Karena itu mobil-mobil dengan tenaga HP besar biasanya tidak menggunakan front-wheel, karena dengan power yang besar akan sangat berbahaya jika driver tidak bisa mengontrolnya.

Teknologi sekarang terus berkembang ke arah yang lebih baik, dalam mengubah sistem ini menjadi lebih baik.. meminimalisir kelemahan dari front-wheel sehingga menjadikan front-wheel menjadi lebih aman dan mudah untuk digunakan.

Sunday riding ke pantai takisung bersama komunitas Big Bikers.. May 19, 2012

Posted by Red Bikerz in Klub Motor, Uncategorized.
4 comments

AImagewalnya pada hari jumat tgl 11 may bro Ari dan Nono dari komunitas Big
Bikers mengkontak saya, mengajak hari minggu tanggal 13 may ini riding
ke Pantai takisung rame-rame.. berhubung hari minggu nggak ada jadwal,
jadi saya pikir gak ada salahnya kalau gabung.. ok deal, berhubung
anak2 Big Bikers mayoritas berdomisili di Banjarmasin, jadi disepakati
saya yang dari Banjarbaru langsung menuju meeting point di pertigaan
buntok bati-bati.

Minggu tanggal 13 jam 05.45 saya berangkat dari Banjarbaru, malam
sebelumnya bahan bakar sudah saya isi full pertamax biar hari
minggunya tinggal gaspol aja, awalnya sempat agak keder juga mendengar
dari bro Ari kalau komunitas Big Biker menggunakan motor rata-rata
1000cc ke atas, kebetulan saya yang membawa Honda CBR 600RR agak ciut
juga nyali, jangan – jangan nanti saya ketinggalan? ah.. saya pikir
nanti aja mikirnya, yang penting ikut dulu.

Perjalanan dari Banjarbaru – Cempaka – pertigaan buntok karena masih
pagi, jadi jalanan masih sepi.. jadi saya bisa agak cepat sampai
tujuan di pertigaan buntok.. hmmm.. yang lain masih belum datang, saya
telp bro Ari, ternyata masih di Pal 7 Banjarmasin udah mau
berangkat… masih ada waktu buat ngopi-ngopi sambil nunggu.

Ok, setengah jam kemudian, rombongan Big Bikers datang.. terdiri dari
7 motor besar. terdiri dari dua buah Ducati Monster, satu Harley
streetglide, Yamaha R1, Suzuki GSX1000, Ducati 848, Kawasaki ZX1000,
sepertinya mereka tidak melihat saya di pinggir jalan, jadi saya
langsung masuk mengejar ke rombongan jadi total ada 9 motor konvoi..

karena saya agak terlambat, jadi terpaksa saya mengejar rombongan..
agak ngebut, jalan sekitar 150kpj, mesin CBR 600rr 4 silinder segaris
berteriak di RPM 7 ribuan, mengejar rombongan yang lain.. sekitar 4
menit kemudian akhirnya bisa mengejar rombongan.. karena konvoi, maka
speed sedikit menurun, sekitar 100an kpj. Jalan masih sepi, jadi
kecepatan bisa terhitung konstan, tanpa ada penghalang-penghalang..
Jalan lumayan bagus, walaupun masih ada sedikit lobang-lobang di
tengah jalan, tapi masih bisa dihindari. Di dalam konvoi ini, yang
bertindak sebagai road captain adalah bro Nono (Harley Streetglide)
kemudian sebagai sweeper adalah Bro Agus (Ducati Monster), Jalan satu
jalur, zig-zag sesuai dengan aturan group riding. Electra glide
dipilih sebagai Road Captain karena selain kecepatan yang tinggi,
Mesin konfigurasi V-nya Harley Davidson yang suaranya lumayan
bervolume besar dan khas, sangat cocok untuk membuka jalan.

Memasuki jalan satu arah Gunung Kahyangan, tiba-tiba urut-urutan
rombongan konvoi agak kacau.. karena rombongan tergoda untuk sedikit
“memanaskan mesin dan menghilangkan ngantuk”, masing-masing rider
ngebut, dan saya pun tergoda untuk sedikit test.. saya tarik gas.. RPM
mulai naik, knalpot kevlar produksi Jardine pun mulai berteriak,
memuntahkan tenaga CBR 600 supersport hanspree replica yang tertahan,
hmmmm… kecepatan 180 kpj dengan mudah diraih, masih bisa mengimbangi
rombongan yang lain.. sebenarnya kecepatan ini bisa lebih, tapi nyali
ridernya yang sudah habis.. hehehe

masuk ke pelaihari, ternyata di alun-alun ada pengalihan jalan..
mungkin ada acara resmi, jadi rombongan agak memutar di alun-alun,
kemudian lanjut jalan menuju pantai takisung..

Akhirnya jam 8 pagi kami tiba di pantai takisung.. udara segar pagi
dari laut dan langit yang biru segera menghampiri kami, akhirnya
sempat juga berkenalan dengan anggota-anggota dari Big Bikers ini..
orang-orangnya ramah-ramah dan terdiri dari berbagai usia dan
kalangan. Ada yang dari pengusaha, mahasiswa, partai dll hmmm..
mungkin inilah indahnya brotherhood, tidak peduli apapun latar
belakangnya yang penting hobby riding naik motor guyub trus.. hehehe

Big Bikers Banjarmasin

Setelah puas berfoto-foto, cerita-cerita, dan ketawa-ketawa..
rombongan balik kanan pulang.. karena hari minggu banyak anggota yang
ada acara bersama keluarganya.. Ok, jam 9 balik lagi menuju Pelaihari
dulu untuk sarapan di depot Lisa,, tetapi ada 2 motor yang langsung
pulang ke Banjarmasin..

Hari mulai siang, jadi perjalanan pulang ke pelaihari sedikit lebih
lambat dari waktu berangkat, karena selain sudah banyak truk yang lalu
lalang, lalu lintas juga sudah mulai padat.. hmmm.. panas mesin sudah
mulai menghangati daerah paha, maka salah satu rider Ducati 848
berinisiatif membuka jalan, agar rombongan lebih leluasa berjalan di
tengah, untunglah sekitar 40-an menit sudah sampai di depot lisa..
langsung makan sop buntut hangat, sedap!

sarapan makan sop buntut dulu di Pelaihari

Setelah makan sekitar 1 jam, akhirnya kami berpamitan.. karena
rombongan Big Bikers lanjut ke Banjarmasin dan saya ke Banjarbaru,
kami konvoi dulu ke pertigaan buntok kemudian pisah disana. Jalanan
makin padat dan merayap pada saat perjalanan pulang, mungkin inilah
kenapa para Rider motor besar lebih memilih riding pagi-pagi sekali,
selain karena jalanan masih sepi, juga karena udara masih belum
terlalu panas, sehingga kita bisa benar-benar menikmati perjalanan..

ready to Go!

Setelah pisah dari pertigaan bati-bati, jalanan menuju Banjarbaru
masih sepi, jadi bisa agak ngebut dan akhirnya sampai banjarbaru jam
11 siang.. hmmm.. lumayanlah menghabiskan hari minggu pagi dengan
kegiatan yang menyenangkan seperti ini..

Big Bikers Banjarmasin May 19, 2012

Posted by Red Bikerz in Uncategorized.
add a comment

Big Bikers Banjarmasin

Pantai Tangkisung

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.