jump to navigation

Unforgettable Journey 2014 – Pulsar Riders South Borneo PRISON (Chapter 1 – Berangkat) March 14, 2015

Posted by Red Bikerz in Klub Motor, Life.
Tags: , , , , ,
trackback

Unforgettable Journey 2014 – Pulsar Riders South Borneo (Bag 1 – Berangkat)

PRISON - UNFORGETABLE JOURNEY 1

Setelah persiapan berbulan-bulan, cek mesin, persiapan dana, beberapa kali penjadwalan ulang, rapat-rapat dan gentlemen agreement pelaksanaan touring, akhirnya tgl 31 Januari 2014 touring besar tahunan PRISON (Pulsar Riders South Borneo) dilaksanakan juga. Touring besar tahunan ini adalah agenda rutin Prison, yang sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2012 rute Jawa Timur, Bali dan Madura..

Prisoners yang ikut serta dalam touring ini adalah, saya sendiri (Aldi – P180 UG4/ Alieno Blu), pak Ketum (Aries Fauzan – P220 / Dark Crow), Waketum (Zacky – P200/Robo ), pak Azis P180 UG4 dan Arkam – P220, Rute yang di sepakati adalah Banjarmasin – Palangkaraya – Pontianak – Entikong (Malaysia) – Palangkaraya – Banjarmasin.. selama 10 hari, dimulai tgl 31 Januari 2014, waktu bisa molor sampai batas waktu 15 hari, tergantung sitkon..

Day 1 31 Januari 2014 : Banjarmasin – Palangkaraya – Sampit

Saya usahakan malam sebelumnya tidur nyenyak, karena touring kami dimulai pagi-pagi sekali, dan meeting point disepakai di jembatan Barito (45 km dari rumah di Banjarbaru) pada jam 05.00 pagi, saya nggak ingin telat.. jadi bangun jam setengah empat subuh.. dan start dari rumah jam empat subuh, sungkem sama ortu, dan tancap gas ke jembatan Barito lewat Banjarmasin.

Sesampainya di jembatan Barito, ternyata baru saya yang datang.. dan adzan Subuh sudah berkumandang, ok saya putuskan untuk sholat subuh dulu di mushola terdekat, sambil menunggu anggota lain..satu jam kemudian anggota sudah berdatangan ada dua Prisoners yang akan mengantar, yaitu Benny dan Pak Sugik.. kejutannya adalah ada salah satu anggota dari Klub Power Balikpapan yang ikut serta dalam touring kita, yaitu pakde Herry.. disebut Pakde karena beliau sudah cukup berumur, diatas 50 tahun tapi masih kuat touring.. kuat banget malah,, julukan beliau di Power Balikpapan adalah Power TB alias Tua Bangka.. -.-”

Ok persiapan, yang bertugas sebagai RC akan bergantian antara Arkam, Zacky, pak Azis dan Pakde herry.. tapi yang akan bertugas sebagai sweeper akan selalu tetap, yaitu saya dan pak Aries..

berangkat jam 05.30 menuju Palangkaraya..

ups.. jam 07.00 pagi, saya liat dari belakang, pakdhe naik motor agak melayang beberapa kali, ok mungkin beliau ngantuk.. langsung saja, kami berhenti untuk ngopi-ngopi dulu..

jam 08.00 kami berangkat lagi, ngopi kelamaan.. akhirnya agak ngebut, di Kapuas Beni dan Pak Sugik mengantar sampai disini, kemudian balik ke Banjarmasin.. dan kami lanjutkan perjalanan.. ups di jalan, sidebox pakde lepas.. untung ada jaring pengikat, jadi sidebox tidak jatuh ke jalan. Setelah dipasang lagi, kami lanjut perjalanan.

sekitar 3 jam riding, berhenti dulu di fly over Tembang Nusa untuk foto-foto, Fly over Tembang Nusa yang panjangnya kurang lebih 5 km yang di bangun oleh pemerintah Kalimantan Tengah untuk mempersingkat waktu perjalanan darat, karena sebelumnya jalur ini adalah tanah rawa dan sering banjir jika air sungai pasang..

Masuk ke Palangkaraya, kami disambut oleh bro Tomif dari Komunitas Pulsar Palangkaraya (Komppak), dan di arahkan menuju Base Camp mereka, di base camp ternyata bearing velg belakang pakdhe rusak, harus diganti, ok sementara menunggu di ganti, kami makan siang dan sekalian jumatan..

Setelah Jumatan, kami bergegas untuk melanjutkan perjalanan,, karena masih panjang perjalanan kami. Brother-brother Komppak mengantar sampai ke daerah Tangkilingan, Jalur Palangka Tangkilingan atau Kasongan adalah jalan yang dulunya dibuat oleh Rusia, karena itu jalurnya lurus saja dan mulus.. kurang tau gimana dulu Rusia membuat jalan sebagus ini, dengar-dengar mereka mengeruk semua tanah gambut yang ada, lalu setelah di kedalaman tertentu setelah lahan gambutnya berganti dengan lahan keras.. kemudian mereka uruk dengan tanah keras.. makanya sampai sekarang jalan ini awet.. ok lanjut, kemudian kami lanjut menuju Simpang Runtu..

PRISON - UNFORGETABLE JOURNEY 2

Jalan antara PalangkaRaya dan Sampit mulus walaupun agak berdebu, mungkin karena sering dilewati truk sawit.. tapi sepanjang jalan jarang ketemu dengan truk sawit.. mungkin ada waktu tertentu mereka lewat jalur ini.

siang berganti sore, dan sore berganti dengan malam.. akhirnya kami sampai di Katingan.. tiba-tiba jalanan macet, ini tidak wajar.. daerah terpencil begini, kok bisa ada macet berkilometer-kilometer jauhnya? terpaksa kami menyelip-nyelip di antara kendaraan truk dan mobil-mobil yang sudah ada mungkin dari berjam-jam sebelumnya..

oh ternyata, ada jembatan putus… ok, untung saja masih bisa lewat, agak serem juga lewat jembatan darurat begini.. tapi yang penting sampai..

jam 20.00 malam sampai juga di Sampit, makan malam dulu di sari laut terdekat.. pesan Nila goreng, kemudian sesuai dengan kesepakatan, jika kami cuma riding siang/sore saja, maka kami mencari penginapan terdekat.. yaitu Aulia Dinar.. rate 150rb untuk 2 orang + 1 extrabed.. ada kamar mandi dalam dan AC.. ok langsung masukkan box, mandi, langsung tidorr…

DAY 2 – 1 Februari : Sampit – Tekebo – Simpang Runtu – Seruyan – Sebabi – Nangatayap

Bangun pagi, mandi, cek motor.. wow oli berkurang banyak.. untung bawa oli cadangan.. isi dulu sampai batas pertengahan, kemudian kencangi rantai.. Ok sip.. langsung panasin mesin, dan sarapan..

Oh jalan mulus, walaupun bergelombang,, saya kasih isyarat agar pak Aries maju di depan saya, karena saya agak khawatir meliat jalan terlalu bumpy gini karena box pak Aries super berat, karena berisi sparepart, baju-baju, kunci-kunci dll.. takutnya box jatuh,,, untungnya tidak.. jalan lurus, terlihat di kejauhan garis horizon.. tidak ada pegunungan disini, yang ada lautan kebun sawit..

ok sampai Tekebo, kami istirahat makan dulu.. kali ini makan lalapan ikan Bawal.. sambalnya pedas.. maknyus deh..

setelah makan, lanjut ke simpang runtu, belok ke kanan.. soalnya kalau terus, ke Pangkalan Bun.. dan kami nggak lewat Pangkalan Bun, soalnya muter..

Saya putuskan untuk memasang earphone dan menyalakan iPod, saya cek.. yaah lupa isi lagu.. cuma ada 125 track, karena biasanya iPod ini cuma dipakai untuk jalan pagi,,, ya sudah lah, lumayan untuk mengusir kebosanan dalam perjalanan..

entah mengapa hati saya senang sekali, akhirnya kami melakukan perjalanan yang lumayan jauh.. 1700km cuma untuk sampai ke Pontianak saja.. belum tau apakah kami akan melanjutkan ke Malaysia atau tidak.. tergantung situasi dan kondisi di tempat tujuan pertama, tapi saya harap yang terbaik untuk perjalanan ini.. dan suara John meyer menyapa di telinga, dengan view hijau-nya pohon sawit.. Gravity… working against me.. ooh.. gravity Oh begitu damai..

Jalur Sebabi, mulai banyak truk sawit melintas.. dan kami istirahat lagi di tugu tani..

Dapat kabar, kalau rombongan Cobra Samarinda dan Phiton Bontang di depan mengalami kecelakaan, salah satu anggota mereka bro Tony masuk ke sungai dan tidak bisa melanjutkan perjalanan, menginap di rumah penduduk, dan rombongan melanjutkan perjalanan.. Rombongan Cobra dan Phiton berangkat 3 hari sebelum rombongan kami, jadi mereka ada jauh di depan..

masuk pom bensin, isi Rp 50,000 full kembali..

sore pun berganti malam..

Jalan menjadi sangat mulus, sepertinya jalan baru.. dan kamipun sudah mulai menyalakan GPS, karena jalur terjauh yang kami tau cuma sampai tugu tani.. GPS Garmin menunjukkan jalan terus, tetapi tiba-tiba jalan mulus berubah menjadi jalan tanah! gawat! GPS Garmin pun menunjukkan jika jalan putus sampai disini, ditengah hutan.. rombongan bingung, apakah terus melewati jalan tanah ini, ataukah balik, mencari jalur lain.. Saya nyalakan GPS di android saya, Navitel.. dan sekali lagi Navitel menyelamatkan touring kami, Navitel menyuruh untuk terus.. Ok, tidak ada pilihan.. lanjut.. jalan tanah kami lalui, banyak lobang-lobang dan ada jembatan rusak.. saya agak cemas, apakah di sisa perjalanan kami yang masih 1000 km lagi, akan melewati jalan seperti ini? dan iPod pun tiba-tiba memutar lagu dream theater the spirit carries on.. if I die tomorrow, Ill be allright.. because I believe.. after we gone, the spirit carries on..

PRISON - UNFORGETABLE JOURNEY 4

Alhamdulillah, jalan rusak cuma ada sekitar 2 km, setelah itu jalan mulus kembali.. cihuyyyy… lanjut lagi ngebutnyaaa.. tancap gas truusss… sampai rombongan pun terpisah-pisah.. bertemu lagi ketika malam tiba.. mungkin karena agak takut, jadi yang didepan terpaksa menunggu yang di belakang.. biar rame-rame.. hehehe..

Ok, malam sudah semakin pekat.. dan jalan masih berkelok kelok tidak tahu ujungnya.. kami berenam berjalan beriringan.. makin masuk hutan.. sama sekali tidak ada cahaya, kecuali lampu motor dan cree kami.. nggak nyesel saya beli cree, benar-benar membantu dalam perjalanan malam seperti ini.. saya liat ke belakang, pak aries masih di belakang.. aman.. masih jalan sekitar 60 sd 80 km/jam.. saya cek ke belakang kembali, kok agak aneh ya.. biasanya lampu pak Aries lebih terang dari ini, soalnya P220 menggunakan lampu reflektor seperti mobil, ini seperti lampu kendaraan bebek? ok saya pelankan kendaraan, biar saya jejer sama pak aries, mau nanya kok lampu cree gak dinyalain? eh saya pelan, kok orang di belakang ikut pelan? saya makin pelan lagi sampai hampir berhenti, di belakang lebih pelan lagi.. waduh ini gimana sih? rombongan di depan terus aja, sudah lumayan jauh karena saya menurunkan kecepatan.. akhirnya saya berhenti, dan motor dibelakang menyalip perlahan.. sambil klakson.. eh?? ternyata bukan pak aries, tapi motor bebek penumpangnya cewek ABG dua orang, pak Aries mana?? waduh perasaan saya campur aduk, sudah berapa kilo ini berarti saya salah sangka.. dan pak aries ketinggalan!!

saya berhenti… motor tetap saya nyalain, biar nggak sepi-sepi amat.. soalnya agak serem suasananya, padahal baru jam 19.00 malam, tapi seperti tengah malam.. ok, nyalain iPod lagi.. waduh.. kok tiba-tiba yang main lagunya Lana del ray.. ini musiknya kaya musik film hantu.. benar-benar tidak mendukung.. oh help me, saya mau maju tapi yang lain pasti sudah jauh, kayanya mau ke belakang aja.. tapi tiba2 ada terdengar suara motor, sayup-sayup kemudian makin jelas.. yaappp.. ini suara P220 knalpot racing pak Aries! horaay… dan akhirnya orangnya muncul.. ups, something trouble.. ternyata ban depan kempes.. jadi dia tadi ketinggalan di belakang.. waduh.. pak Aries berhenti, dan buka sidebox-nya.. wow.. tools lengkap, bawa pompa portable yang pakai listrik aki.. hhmmm.. ketahuan deh ternyata bocornya di leher pentil.. harus diganti, tapi untungnya bisa dipakai, tinggal ditekuk aja pentilnya diikat di velg.. jadi angin tidak keluar, kebetulan rombongan juga balik arah ke kami.. sudah beres.. lanjut lagi..

jam 22.00 di tengah hutan ada warung, ya sudah berhenti di warung untuk makan malam.. pesan lalapan ayam.. gak terlalu enak.. setidaknya ada kopi..

lanjut lagi, kayanya rombongan sudah mulai ngantuk.. kami di belakang di tinggal terus..

sampai-sampai gapura perbatasan Kalteng-Kalbar kelewatan.. ckckck… untung pulangnya sempat poto

PRISON - UNFORGETABLE JOURNEY 11

akhirnya jam 12 malam, sampai juga ke Nangatayab, kemalaman memang.. seharusnya kami tidak boleh jalan malam karena sudah ada gentlemen agreement.. tapi apa boleh buat? ini penginapan pertama yang kami temui, kami susuri sepanjang jalan, untuk mencari rumah penduduk tempat bro Toni tinggal, nggak ketemu.. soalnya tengah malam.. dan kami tidak diberi alamat atau koordinat yang jelas, cuma ada poto rumah ada keliatan nomer rumahnya.. itu aja, waah.. susah cari tengah malam gini.. akhirnya nemu penginapan, nanya rate, murah cuma 50rb sekamar.. 1 kamar untuk dua orang, masuk mandi dan tidurrr…. eh sebelum tidur,, kok jadi kepikiran yang tadi ya, kenapa ada dua cewek ABG naik motor.. di tengah hutan? malam-malam? apa nggak salah liat? ini kan bukan kota? ah sudahlah.. yang penting tidur udah ngantuk..
DAY 3 – 2 Februari : Nangatayap – Sendai – Tayan – Pontianak

Bangun pagi, dan memulai ritual.. mandi, cek kondisi mesin dan tambah oli.. Alieno Blu, ada sedikit trouble.. per Bodikom rusak.. jadi kalau di starter kadang mau, kadang nggak.. hhmm.. jadi harus sering-sering di dorong nih.. capek deh.. tapi ada informasi kalau ada Dealer Bajaj di kota selanjutnya yaitu Sendai.. ok mungkin bisa service dan benerin motor disitu.. Sekalian Sarapan, pak Aries ke bengkel untuk mengganti pentil ban tubeless yang rusak malam kemarin.. jadi selesai sarapan, selesai juga ganti pentilnya.. manajemen waktu yang bagus ya ketum..🙂

Hal-hal yang terlihat menakutkan di malam hari, akan terlihat indah di pagi hari..

kalau malam tadi tidak terlihat apa-apa, kecuali pekatnya malam.. di pagi hari keliatan indah sekali.. banyak gunung-gunung dan bukit-bukit, pepohonan dan hutan.. jarang ada hutan sawit di sepanjang jalan.. mungkin karena kebijakan masing-masing gubernur yang berbeda..

sekitar 1 jam kemudian, sampailah di Sendai, kota kecil yang di pisah antara satu sungai besar.. langsung muter-muter mencari dealer Bajaj, akhirnya ketemu juga.. hhmmm.. meyakinkan, keliatannya dealer masih baru.. ok langsung parkir dan masuk dealer.. tapi ups,,,, kok dealer Bajaj jualan alat listrik ya? kok dealer Bajaj jualan TV dan Kulkas ya? waduh.. kecewa…

ya sudah, nggak jadi service.. kita langsung berangkat ke Tayan, kota penyeberangan Ferry di sungai kapuas.. proses masuk Ferry termasuk singkat, tapi jika dibandingkan masuk ferry di Kaltim dan Kalsel.. masuk ke dalam ferry, turunannya sangat curam.. seperti turun gunung kemudian naik lagi ke ferry, jadi ingat cerita teman saya, pernah ada orang turun ferry tapi dia jatuh beserta motornya.. langsung ketarik baling-baling kapal.. serem.. untungnya kami masuk ferry dengan aman.. ckckck

sekitar 1 jam kemudian, sampai di sisi lain dari Tayan.. menurut info, Pontianak cuma sekitar 180km lagi.. cihuyy.. BTW ketemu klub YVCI dan Byson yang sama-sama baru nyeberang, poto-poto dulu.. orang-orangnya sangat ramah, mereka menawarkan apa mau dikondisikan? mohon maaf sekali, karena kami tidak ingin merepotkan.. semoga silaturrahmi tetap terjalin..

lanjut riding lagi.. jalan berkelok-kelok, dan banyak melewati kampung Suku Dayak.. kami harus banyak berhati-hati, karena kadang-kadang ada babi piaraan mereka menyeberang jalan.. dan jika ada satu babi nyeberang hati-hati.. terkadang ada babi-babi lain yang ikut menyeberang.. ngrok.. ngrok.. catatan, jangan sampai ketabrak babi peliharaan, urusannya bisa panjaang.. soalnya pakai Hukum adat.. bisa bisa dihitung, babi yang mati itu bakalan punya anak berapa, dan hitungannya akan meliputi anak-anaknya yang belum lahir tersebut.. ngrok.. ngrok..

Jam 22.00 malam, memasuki Pontianak.. kami di jemput oleh bro Budi dari Power (Pulsar Owner) Pontianak, dan di bawa ke tempat kopdar mereka.. waah rame juga, akhirnya bisa ketemu sama bro Andy, bro Andre, dan bro Maulana.. Bro Maulana ini sudah kami kenal, soalnya pernah touring sendirian dari Pontianak ke Banjarmasin.. ckckck..

Setelah kopdar, kami dibawa ke asrama haji untuk istirahat.. tapi kami makan nasi goreng khas Pontianak dulu, wahh sedapnyoo.. habis makan, perkenalan dan doa bersama, klub Power Pontianak, orangnya ramah-ramah dan religius.. salut deh.. hehehe.. akhirnya brother-brother Pontianak pamit pulang ke rumah masing-masing agar kami bisa beristirahat.. cihuyy tidur lagee…

(bersambung..)

Comments»

1. Hendri - March 14, 2015

“saya pelan, kok orang di belakang ikut pelan? saya makin pelan lagi sampai hampir berhenti, di belakang lebih pelan lagi..”

2 cewek ABG yang mencurigakan…hehehehe

Dari cerita part I ini ane bs ambil pelajaran : ngecek pentil ban ternyata jg penting selain ngecek bensin, oli, n’ rantai…:D

Ditunggu lanjutannya mas…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: