jump to navigation

Review Samsung Galaxy S2 setelah pemakaian 2 tahun 8 bulan pemakaian July 18, 2013

Posted by Red Bikerz in review.
Tags:
3 comments

image

Review ini dibuat bukan menurut pemakaian cuma beberapa jam saja, tapi hitungan tahun.. jadi menurut saya ini adalah review yang jujur sejujur jujurnya..

Nggak terasa sudah pakai SGS2 mulai 31 Oktober 2011 jadi saya pakai gadget ini sudah selama 2 tahun 8 bulan, pemakaian 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, alias SGS2 ini nggak pernah libur.. 🙂

Gadget merupakan barang yang penting bagi saya, karena kerjaan saya sangat-sangat banyak menggunakan gadget ini, dari fungsi dasar telpon, sms dan alarm, Reminder, Notes, Agenda Calendar, sampai kontrol usaha saya menggunakan Yahoo messenger dan Gtalk, check laporan pembukuan setiap hari di email, handle customer di whatsapp, kakao talk dan Line, kontrol rekening dan transaksi Bank+token menggunakan browser, photo bukti-bukti pengiriman via ATM, baca berita di Pulse, Flip dan Twitter timeline, dan Socmed macam FB, Path, Instagram dan lain lain..

image

Setelah dua tahun lebih pemakaian, untuk fisik SGS2, layar masih tajam seperti baru beli, tombol-tombol fisik, seperti home, volume dan power masih berfungsi normal, kamera depan belakang normal, battere masih ori.. yang masalah cuma charger ori yang pelindung karetnya sudah terkelupas.. tapi masih berfungsi normal, untuk casing bagian belakang masih mulus karena semua dilindungi oleh case Otterbox.. case yang kualitasnya sesuai dengan harganya, biarpun ada beberapa bagian yang patah sendiri karena umur, tapi tetap bisa dipakai.. (dulu belinya Rp 350.000-an di kaskus, agak mahal tapi worthed).

image

Selama pemakaian, ada beberapa kali jatuh.. wajar untuk sebuah gadget, tapi jumlah jatuhnya masih dalam hitungan jari dan tidak ada yang rusak, semua normal karena mungkin pengaruh dari case Otterbox..

Untuk Battere, di charge seperlunya baik menggunakan charger ataupun menggunakan power Bank.. jika sudah fully charged segera saya cabut charge-nya.. jadi nggak ada istilahnya saya tidur sambil charge terus terusan, bisa mengurangi masa pakai battere nantinya..

Untuk pemakaian, memang diakui akhir-akhir ini memang agak melambat dan sering tiba-tiba restart sendiri, tapi setelah browsing.. ternyata itu gara-gara data yang ada di HP nggak pernah dipindah ke PC dari baru beli 2 tahun lalu… hhmmm.. setelah sebagian file-file dan ribuan poto dipindah ke PC, masalah pun hilang.. SGS2 pun running smooth kembali..

Pernah juga bermasalah pada keyboard virtual, yang kadang kadang kacau dalam menampilkan tulisan, setelah dibawa ke Samsung service center mereka menawarkan untuk upgrade ke OS Ice Cream Sandwich (sebelumnya Jellybean), setelah upgrade.. masalah keyboard kacau tadi hilang..

Kesimpulan saya, mungkin inilah kenapa Samsung merupakan produk paling top di antara vendor lainnya.. saya belum pernah menggunakan produk android lain dalam waktu lama, tapi mungkin Samsung lah salah satu di antara yang terkuat..

Mungkin saya masih akan lama pakai SGS2 ini, karena saya pernah coba SGS4.. kayaknya perubahannya nggak terlalu kerasa, paling pindah-pindah view photo pakai gesture tangan, layar yang lebih besar, dan processor yang quadcore (percaya deh gak kerasa bedanya sama dual core).

Ok itu aja, semoga berguna..

Regards,

Memasang knalpot Tiger Revo di Pulsar P180 UG4 codename Alieno Blu July 14, 2013

Posted by Red Bikerz in Uncategorized.
add a comment

image

Sebenarnya saya cukup puas dengan knalpot standar UG4, dengan suara swing swing mirip motor matic dan teknologi exaustTec yang katanya bisa mengurangi emisi gas buang dan meningkatkan tenaga..

Tapi.. punya motor tanpa suara bukannya tanpa resiko.. memang sih suara motor jadi senyap dan tidak mengganggu pendengaran orang ketika kita lewat, tetapi kendalanya.. ketika kita di jalan dan kecepatan sudah diatas 50KPJ, pengendara lain jadi tidak awas dengan kehadiran kita karena suara mesin dan knalpot tidak terdengar.. kasian kalau liat orang terkaget kaget kalau kita salip, bahkan sudah seringkali hampir tabrakan gara-gara ada orang belok mendadak soalnya dipikir nggak ada orang, untung aja ada klakson yang lumayan kenceng.

Ok, mungkin waktunya untuk ganti knalpot.. tujuannya agar suara tidak terlalu senyap ketika dijalan.. kriteria memilih knalpot menurut saya adalah knalpot tersebut harus ori milik motor lain, jadi tidak akan menimbulkan masalah jika suatu saat saya touring di daerah lain dan daerah tersebut melarang knalpot bukan ori..

Pilihan saya ada dua, knalpot Tiger Revo atau Knalpot P220 (di bobok dikit).. Tapi ternyata setelah browsing-browsing.. baru tau kalau harga knalpot P220 tu jauh lebih mahal dari knalpot Tirev, yah diputuskan aja pilih knalpot Tirev.. dan kebetulan ada temen di klub Tiger dulu yang mau jual knalpotnya seharga Rp 300.000,- ya udah sikat aja, kapan lagi dapat knalpot Ori seharga knalpot N0b* yang sering dipakai para Alay dan punya julukan knalpot yang mempunyai kecepatan suara, alias suaranya udah sampai tapi motornya masih 2 km lagi saking kenceng dan berisiknya ni suara knalpot..

Ok knalpot dibawa ke tukang las, dan setelah berdiskusi sedikit dengan tukang las, maka diputuskan untuk memasang knalpot ini ada 3 hal yang harus dikerjakan..

1. Merenggangkan bagian tengah knalpot, di belah sedikit kemudian direnggangkan dan ditutup kembali dengan las listrik. agar bagian bawah knalpot tidak terlalu turun kebawah, dan juga baut di belakang bisa pas nempel di footstep belakang.

2. Karena lubang baut depan Tirev lebih kecil diameternya dari punya UG4, maka lubang bautnya di perbesar agar pas masuk..

image

3. Karena knalpot Ori Pibo UG4 berfungsi juga sebagai penahan standar tengah, maka setelah knalpot Tirev dipasang, agar standar tengah tidak kena rantai, standar tengah ditambahi besi yang berfungsi sebagai ganjelan, agar standar tersebut tidak kena rantai..

Ok setelah sekitar 45 menit dan ongkos las listrik Rp 40.000, selesai sudah proses pemasangan knalpot Tirev di UG4 saya yang bernama Alieno Blu ini, hmmm.. kalau diliat dari eksterior, knalpot ini memang pas sama Alieno Blu.. warna chrome dari knalpot serasi dengan chrome dari velg jari-jarinya hehehe..

image

Untuk impresi pemakaian.. selain suara jadi merdu ngebas, tenaga bagian bawah jadi berisi.. gas dikit langsung lari, agak lebih galak dari sebelumnya, jadi pengen ngegas terus, saya sampai bingung dan terus bertanya-tanya.. ini saya lagi naik Pulsar atau naik Hypermotard ya? Hueheh..

Semoga berguna untuk nusa dan bangsa..

Regards,