jump to navigation

Game Ducati Challenge untuk iPod dan iPhone June 29, 2011

Posted by Red Bikerz in review.
add a comment

Menyambut MotoGp Italy yang akan berlangsung di circuit Mugello, dimana circuit kebanggaan Italian ini juga merupakan homebase-nya Ducati dan Valentino Rossi, maka diluncurkan game Ducati CHallenge untuk iPhone, dan iPod Touch!

Suara mesin khas ducati benar-benar disajikan seperti aslinya di game ini, dan ada masterpiece-nya Ducati yang bisa dicoba, yaitu Monster, Hypermotard, Streetfighter, Multistrada, 1198, bahkan Seri terbaru yaitu Diavel pun ada! sayang Ducati superclassic GT1000 absen 😦

Track yang disediakan pun beragam dari circuit, urban, dan outdoor. Bahkan dengan konektivitas wifi, bisa bermain multiplayer sampai 4 player! dan kelebihan dari iPod seperti fasilitas retina display pun tak lupa dibenamkan di dalam game Ducati Challenge ini.

cekidot the trailer..

my Pulsar 180 UG4 ‘Alieno Blu’ setelah pemakaian 6,790 km June 28, 2011

Posted by Red Bikerz in Bikes bikes bikes.
25 comments

Me and alieno blu at Binuang Kalimantan Selatan

Nggak kerasa sudah 5 bulan umur Pulsar UG4 ane, biarpun untuk mileage-nya termasuk “sedikit” yaitu 6,790km, dan touring paling jauh cuma 400-an km PP (Banjarbaru-Pagatan-Banjarbaru), tapi menurut ane cukuplah untuk kasih review kecil-kecilan tentang Bajaj Pulsar UG4 ini. ok here we goes..

Fuel Consumption

1 liter bensin rata-rata bisa melahap 50-60km tergantung cara membawa motor, tapi berhubung ane cuma ngebut kalau “terpaksa” jadi lumayan irit ke bensin. Untuk sehari-hari, biasanya isi full tank Rp55rb-60rb bisa sekitar 3 minggu dengan pemakaian di dalam kota dan keluar kota cuma pada akhir pekan.

Handling & Riding

Untuk Handling, pada awalnya susah karena belum terbiasa pakai setang jepit yang agak menunduk ditambah bobot UG4 yang lumayan berat, jadi agak pegal di bahu dan tangan. Tapi sejak memakai raiser + setang UG3, masalah handling sudah teratasi.

Keuntungan dari bobot UG4 yang berat ini adalah sewaktu jalan jauh, motor jadi stabil dan tidak melayang jika kebetulan kena angin dari kendaraan yang berlawanan.

Setelah sekitar 2 minggu pakai UG4, akhirnya paham dengan karakter mesin UG4. berbeda dengan Honda Tiger yang putaran bawahnya besar, Pulsar kebalikannya.. Putaran atas yang besar. Jadi untuk mendapatkan tenaga yang maksimal usahakan mengganti gigi pada saat RPM minimal 7000RPM.

Pulsar 180 UG4 ini menurut ane kurang begitu cocok untuk naik gunung yang jalannya rusak, apalagi boncengan.. soalnya bakalan sering ganti-ganti gigi, dan mungkin karena shockbreaker yang empuk, jadi sering mentok kalau kena lobang agak dalam.

Shockbreaker depan besar, dan Shock belakang pakai nitrogen (katanya :p) keduanya empuk banget, jadi enak kalau dibawa jalan jauh, rider nggak terlalu capek.

Masalah umum pada Pulsar 180 yaitu susah netral akhirnya menghampiri juga, tapi sudah tahu cara mengatasinya yaitu sebelum motor berhenti waktu mesin masih berputar, cepat-cepat di netralkan, atau jika sudah terlanjur berhenti  sambil menarik kopling, gas kemudian netralkan.

Menurut teman-teman dari Pulsar Riders South Borneo (PRISON) ada beberapa merk oli yang bisa menghilangkan masalah susah netral ini, tapi ane lupa catat merk-merk oli-nya :p

Untuk perangkat Rem, P180 UG4 ini mantap banget, biarpun rem belakang masih tromol, tetapi sangat pakem dan bisa diandalkan. dan untuk rem depan, gampang banget untuk stoppie memakai rem ini, asalkan rem depan tidak terlalu panas, tarik sedikit aja.. ban belakang udah ngangkat deh 😀

Ban yang sudah ukuran 17 dan lebar, bener-bener mengangkat tampilan nih motor.. Dan untuk melahap tikungan-tikungan juga nggak ragu-ragu langsung libass.. Ban standar Pulsar MRF juga lumayan menggigit kalau dipakai jalan.

Biarpun sudah 5 bulan, suara mesin masih seperti waktu pertama beli, halus.. bahkan lebih halus dari pertama beli dulu.. rantai juga kuat, jarang stel rantai karena tekanan rantai lama berubahnya.

SpareParts

Naah ini dia yang paling penting, bulan lalu aki ngadat! nggak bisa distarter, didorong juga susah nyala-nya.. nggak ada kick-starter 😦 mana bobotnya berat banget! untung ada jalan turunan, jadi bisa nyala akhirnya.

perkiraan pertama : air aki kurang, jadi sampai rumah air aki diisi sampai penuh.. dan bisa distarter normal. tetapi masalah muncul lagi setelah beberapa hari, karena masih ada garansi kelistrikan 6bulan dari Bajaj. Aki pun diganti, dan normal sampai sekarang, mudah-mudahan nggak ada masalah lagi.

Entah karena setang yang sudah diganti dan memakai raiser, 1 minggu yang lalu kabel kopling putus.. untung putusnya bertahap, jadi sudah sedia kabel kopling yang baru (beli di beres Rp30rb-an), pasanganya gampang banget, cuma 5 menit udah bisa jalan lagi. Sebenarnya bisa cuma mengganti kabel kopling aja, memakai kabel koplingnya vespa, tapi ane putuskan untuk mengganti semuanya, biar nggak ragu-ragu lagi.

Penutup

Mungkin inilah motor yang secara Price to Value terbesar di Indonesia, wajar jika brand Pulsar cepat mendapat tempat di Indonesia, karena kualitas yang dapat diandalkan dan tidak kalah dengan produk-produk yang sudah ada, bahkan dengan harga yang jauh lebih murah, ane sebagai konsumen merasa puas.

Jika mungkin brand ini mempunyai kelemahan di jaringan 3S, cuma perlu waktu untuk memperbaiki-nya.

regards,

Kelemahan desain Bajaj Pulsar P220 menurut saya.. June 27, 2011

Posted by Red Bikerz in Bikes bikes bikes.
Tags:
7 comments

Bajaj Pulsar 220 memang keren.. kalau dari depan,

tapi kalau dari samping? hmm… kayak ada yg ga pas..

mau tau dimana?

di fairing depan, terlalu ke atas kalau menurut saya..

ini desain P220 kalau dari samping

bajaj pulsar 220

sebenernya, banyak yg gak puas oleh tampilan samping P220 ini, makanya banyak yang jual “penambah” half fairingnya, biar bisa jadi full fairing..

tapi tetep aja, tampilannya masih ada yg kurang.. half fairing kurang menyatu dengan desain body, jadi kesannya half fairing ini cuma asal ditempel ke body pulsar.

menurut saya, solusinya adalah menurunkan fairing depan, jadi agak mentok ke spakbor depan.. seperti desain dibawah ini..

Bajaj Pulsar 220 visor down

jadi half fairing menyatu dengan desain keseluruhan body, satu garis lurus tegas.. jadi kesannya nggak maksa, ini versi oren-nya, cekidot

Bajaj Pulsar 220 Orange dengan desain samping lebih menyatu