jump to navigation

Membuat rem tromol menjadi lebih pakem.. August 22, 2013

Posted by Red Bikerz in Bikes tips.
Tags: , , , , , ,
2 comments

Pulsar 180 UG4 saya yang bernama Alieno Blu, punya penyakit bawaan.. saya kurang tau apakah masalah ini merupakan kesalahan desain dari Bajaj atau gimana soalnya teman-teman di Prison (Pulsar Rides South Borneo) juga banyak memiliki masalah yang sama, rem tromol belakang kurang pakem.. setiap rem belakang di tekan, motor cuma melambat sedikit.. tapi tetap ngeloyor..

Awalnya saya pikir masalah kampas rem belakang yang sudah habis, ok coba dibongkar tapi ternyata kampas masih tebal karena jarang dipakai, saya coba untuk tetap kampas ganti yang ori.. hasilnya direm tetap ngeloyor (waktu masih pakai velg ori Pulsar).

Percobaan kedua, sewaktu ganti velg ruji.. tromol ganti pakai punya Yamaha Scorpio, jadi kampas rem ganti pakai punya Pio asli.. hasilnya tetap ngeloyor kalau di rem..

Percobaan ketiga, kampas rem di gerinda melintang, dan tromol dikasih air aki biar bersih.. tetap aja hasilnya sama.. fiuhh..

Sebenarnya ada pikiran ingin ganti pakai cakram, tapi ternyata harganya mahal.. bahannya saja untuk merk PSM yang kualitas lumayan, harganya Rp 600.000 belum ongkos bubut dan lain lain, total bisa habis satu jutaan.. :(

Akhirnya saya coba pakai prinsip kerja obeng, makin panjang tuas maka makin kuat cengkeraman.. ya sudah nggak ada salahnya dicoba, beli tuas rem punya Suzuki Thunder (Rp 15 ribuan).. lalu dipotong untuk disambung las listrik pelat besi sekitar 5cm, jadi lebih panjang (ada di gambar). Lubang di bagian bawah karena sempit dibor agar lebih lebar, ongkos las cuma Rp 10.000,-

image

image

Hhmm.. guess what? It perfectly works!!

Rem belakang jadi empuk, di tekan agak keras roda belakang sudah bisa ngunci, naik motor sekarang jadi lebih pede dengan rem belakang pakem gini.. hehehe..

image

Alhamdulillah, akhirnya masalah lama sudah teratasi.. :) jadi intinya kalau rem tromol belakang Pulsar anda kurang pakem.. nggak ada salahnya mencoba dengan cara memanjangkan tuas belakang..

Semoga berguna ya..

Regards,

Membuat velg ruji menjadi tubeless.. January 15, 2013

Posted by Red Bikerz in Bikes tips.
14 comments

Uhhmm.. mulai dari mana ya? Lama nggak nulis blog, jadi agak kaku nih..

Ok lets start, Alieno Blu sudah saya modif, menggunakan velg jari-jari tubeless.. Velg ini saya beli dari anggota Prides, beruntung buat saya.. salain harga yang mursidah dan nggak afghan, velg ini sebelumnya memang dipakai di UG4, jadi nggak ada masalah dalam hal pemasangan velg di motor, bahkan speedometer dapat berjalan dengan lancarnya (biasanya masalah velg aftermarket utk Pulsar ada di Speedometer yang nggak jalan).

Sebenarnya sewaktu beli, velg ini sudah tubeless.. menggunakan lem aluminium merk Sikaflex.. tetapi, mungkin karena sudah lama, jadi kadang masih ada bocor halus disana-sini alias karet silikonnya sudah mulai kendor di dalam velg..

Ok, saya putuskan untuk menggerus semua sisa silikon sikaflex di dalam velg, dan menggantinya dengan ban dalam matic (Thx forum kaskus untuk tips n trik-nya).. langkah-langkahnya adalah..

(Cara sama untuk velg depan dan belakang)

1. Siapkan ban dalam matic, cutter dan lem castol secukupnya.. dan kalau bisa ratakan bagian dalam velg dari ruji-ruji biar rata..

image

2. Belah ban dalam matic pas di tengahnya (yang ada garis lipatan), belah pakai cutter menjadi sama lebar. Jangan takut ban dalam matic kurang lebar, velg belakang saya ukurannya 4.2 inch pakai ban dalam matic biasa, cukup aja tuh..
3. Jadikan ban dalam tersebut sebagai alas untuk velg, dan nantinya ban luar dan bibir velg yang akan menjepit ban dalam tersebut.. (Pasti Bingung kan? Saya juga bingung jelasinnya, liat gambar aja ya? ).

image

4. Taruh pentil di tempat yang semestinya.. (Di dalam lobang pentil)
5. Lapisi lem castol secukupnya antara velg dan ban dalam.. biar nanti nggak bergeser pas ban luar dipasang..

image

6. Pasang Ban secara manual, kalau pakai mesin juga bisa tapi agak susah..

image

7. Selesai untuk velg belakang, dan selanjutnya untuk velg depan kurang lebih sama..

image

Naah.. selesailah proses membuat velg ruji menjadi tubeless.. untuk reliability atau ketahanannya saya belum tau, kan harus dicoba touring dulu bro..? Heheehe tapi mending diliat review brader2 di kaskus deh, rata2 memang kuat kata mereka, bahkan ada brader penyemplak Tiger yang sampai sekarang udah pemakaian dua tahun sampai dibawa touring keliling pulau Jawa kuat aja tuh..

Semoga berguna..

Regards,

Aldi

Keterangan icon sensor di speedometer Pulsar September 15, 2011

Posted by Red Bikerz in Bikes tips.
11 comments

Speedometer Pulsar

 

 

 

 

 

 

 

Untuk pemakai Pulsar yang baru, biasanya agak bingung dengan icon-icon yang ada di speedometer pulsar, Icon tersebut merupakan deteksi sensor yang ada di motor Pulsar.. biar nggak ribet jelasinnya, mari kita bedah satu-persatu icon di spidometer Pulsar ini.

1. sensor filter udara

air filter sensor

kalau di spidometer Pulsar anda ada icon ini berkedip, berarti filter udara Pulsar anda harus dicek.. letaknya di bawah jok (ya iyalah masak diatas tangki? xixixi)

2. Sensor aki atau battery

Battery sensor

Untuk pemakai P180 UG4, p200, p220 hati-hati kalau icon ini berkedip, karena icon ini menandakan sensor sedang mendeteksi kalau aki Pulsar lagi ada masalah, bisa air aki kurang, tegangan listrik kurang, ataupun aki harus diganti. Karena seri Pulsar terbaru tidak ada kick starter, maka jaga kondisi aki ya.. malu donks kalau harus dorong-dorong motor, apalagi di depan cewek-cewek, bisa turun pasaran ente.

3. Heat sensor 

sensor panas mesin

mungkin inilah sensor yang iconnya paling nggak jelas gambarnya, sangat tidak informatif, tidak ada korelasi antara gambar dengan kenyataannya (lebay). Intinya,  kalau sensor ini berkedip berarti mesin Pulsar anda kepanasan atau istilah motoGp-nya overheat, cukup minggir sebentar, ngaso diwarung, parkir motor sebentar biar suhu mesinnya turun, kalau sudah dingin, baru nyalain lagi.

4. Sensor tekanan Oli

Oil pressure sensor

Kalau icon ini berkedip, berarti sensor oli sedang bekerja.. sensor ini mendeteksi kalau oli mesin kurang, atau oli sudah perlu diganti. solusinya? ya tambah oli, atau sekalian aja ganti oli.. bereess..

 

Semoga berguna ya..

 

regards,

Pulsar di tengah jalan mati mendadak! July 18, 2011

Posted by Red Bikerz in Bikes tips.
Tags: ,
4 comments

Hari minggu kemarin, ane mau jalan sekitar 60km PP Banjarbaru ke Banjarmasin sekalian cari buku Bong Chandra di gramedia.. siap-siap panasin Alieno Blu sekitar 5 menit, cek lampu-lampu sein, ganti kaca helm pakai yang gelap (maklum siang lagi terang banget), jaket, ok lets go!

setelah sekitar baru 10 menit perjalanan, tiba-tiba mesin ngadat.. dreettt dreett… ngiinggg… (penjelasan suara yang aneh ahaha) waduh! what happen, ono opo iki? lampu sein ke kiri, sambil menepi.. mesin udah mati.. coba hidupin lagi, hmm… mau hidup sebentar, tapi kayak nggak ada tenaga, trus mati.. wadduuuhhh siaal!!!

Ok sambil coba cari tempat yang teduh, ane merenung.. dosa-dosa apa yang telah saya perbuat kemarin.. (lebay.com) aha!! jangan-jangan, gara-gara barang-barang yang-yang saya-saya masuk-masukin hari sabtu kemarin-kemarin??

sabtu kemarin, ane masukkin tali gas sama plastik dari dealer, jaring buat bawa barang, sama tali kopling ke bagian bawah jok alieno blu, mungkin ini penyebabnya.. (jadi inget kasus Byson yang mati mendadak dulu). langsung ane copot kunci bongkar body samping, tarik tuas jok, lalu kemudian ane benerin posisi barang-barang tadi biar nggak mengganggu pernafasan karburator, pasang jok lagi.. daaann.. brummmm ngiiinggg… suara mesin yang merdu itupun terdengar lagi hihihi

masalah selesai! akhirnya bisa jalan-jalan juga nih! gramedia Im comminggg!!

my fave pict.. antara ane dan kuda besi biru ane..

Alieno Blu akhirnya ganti setang juga.. February 28, 2011

Posted by Red Bikerz in Bikes bikes bikes, Bikes tips.
4 comments

Salah satu aspek yang banyak dikeluhkan oleh pengguna Pulsar UG4 termasuk saya adalah setang jepitnya, membuat punggung pegel dan tangan keram..

Karena itu dari awal beli, saya sudah berniat mengganti setang jepit ini dengan setang Pulsar UG3, masalahnya adalah di segitiga atas.. segitiga atas UG3 tidak bisa dipasang di UG4 karena diameter shock depan UG4 yang jauh lebih lebar dari UG3..

solusinya?

bisa dengan membuat semacam adaptor dari Baja, seperti punya Kucay motorsport.. atau melubangi segitiga aslinya..

saya pilih opsi yang kedua, tetapi.. karena saya sayang sama segitiga asli si Alieno, ya udah beli aja segitiga UG4 yang baru (jadi yang ada bisa disimpan), part-nya pesan di Andy Jaya Motor Balikpapan.. 5 hari kemudian barang sudah datang di Banjarbaru, horray..

horray segitiga atas udah datang!

mulus...

Setang Pulsar UG3 saya beli di dealer Bajaj di Banjarmasin, ready stok.. di tepinya udah ada drat untuk memasang jalu atau peredam getaran..

Raiser merk AHRS yang saya ambil dari Tiger saya, lumayan menghemat ongkos, hehehe sorry ya belalang tempurr…

Ingredients..

ok here we goes..
1. Menambah daging di bagian bawah segitiga biar lebih tebal, nantinya bagian ini akan diberi drat untuk dudukan raiser… harus tebal, biar kuat..

Habis ditambah daging.. cat-nya rusak

Tapi, cat ori-nya jadi mengelupas ga karuaan.. :(

2. Setelah tambah daging, maka dibuatlah drat untuk dudukan raiser.. done

Raiser sudah terpasang :)

3. tinggal pasang, ups.. kabel-kabel harus ada sedikit penyesuaian, merubah jalur sedikit biar pas..

Trondol..

4. jadi deh..

bye bye pegel..

Posisi handling jauh lebih nyaman daripada memakai setang jepit, serasa naik matic.. bahkan kaki saya udah nggak terlalu jinjit lagi, soalnya setang bisa diturunkan sedikit..

Jalur Gas dan kopling ada sedikit penyesuaian..

biaya :
1. Segitiga atas UG4 Ori : Rp 215,000
2. Setang UG3 ori     : Rp 85,000
3. ongkos         : Rp 100,000

Total Rp 400,000

 

semoga berguna.. :)

Do It Yourself : mengganti oli Bajaj Pulsar 180 UG4 February 25, 2011

Posted by Red Bikerz in Bikes tips.
14 comments

Trik sederhana ini, mungkin berguna buat agan-agan yang ingin mengganti oli sendiri, tanpa ke bengkel.. ikuti aja langkah-langkah mudah ini.

1. Buka baut Penutup oli bawah
Pertama kali memang agak bingung mencari baut penguras oli ini, soalnya ukurannya hampir sama.. Ok buka baut yang sebelah kanan (warna agak kehitaman dan ukuran sedikit lebih besar)

Baut yang harus dibuka..

Yang sebelah kiri kunci bawaan dari pabrik

2. Biarkan oli keluar
Setelah baut dibuka, Oli akan keluar.. biarkan selama kurang lebih 3-5 menit agar oli keluar semua, jika perlu goyangkan motor kekanan dan kekiri untuk memastikan oli mengalir kebawah..

Oli bekas mengalir keluar semua

NB. taruh baskom/ember/wadah untuk menampung oli bekas yang akan keluar dari mesin.

3. Tutup kembali baut oli
pastikan baut yang ditutup tersebut, tertutup dengan rapat.. biar oli yang baru nanti nggak merembes keluar.. :)

Oli sudah habis, tutup kembali

4. isi Oli yang baru
Buka tutup oli di bagian mesin kanan atas, nggak perlu pakai tools.. cukup pakai jari saja.

buka penutup oli atas

Oli yang dipakai..

5. selesai
Setelah oli yang baru masuk semua, tutup kembali penutup oli atas.. yapp selesailah step-step penggantian oli Pulsar..

Oli di batas atas dan bawah..

NB. untuk mengecek jumlah oli di mesin, bisa dilakukan dengan mengintip di jendela oli di bagian mesin kanan paling bawah.. usahakan tingginya berada di tengah-tengah batas atas dan bawah..

semoga berguna ya..

Streetbike Freestyle Stoppie, wheelie, burn-out April 22, 2010

Posted by Red Bikerz in Bikes tips.
Tags:
2 comments

Streetbike freestyle atau selanjutnya kita sebut freestyle saja, merupakan teknik mengendarai motor yang advance. Pertama kali dilakukan oleh US Cavalry motorized troops, dengan melakukan high-speed wheelies pada persiapan invasi Normandy di tahun 1943 (http://www.superstreetbike.com/streets/0703_sbkp_history_of_stunting/index.html). Kemudian tahun-tahun selanjutnya banyak dilakukan adegan stunt freestyle pada film-film action pada jaman tersebut.

Sekarang diluar negeri olahraga freetyle sudah dijadikan sebagai olahraga profesional sehingga di endorse oleh merk-merk ternama seperti RedBull, AlpineStar, ten kate, Continental dan lain-lain.

Solo pro-freestyler luar yang terkenal antara lain Christian Pfeiffer, AC Farias, Johnnie Do, Seb5 dan Zoltan, sedangkan klub freestylenya antara lain Vertical Mischief, Pure Breed Rider, DSF Rider, sedangkan di dalam negeri pro-freestyler antara lain Tembonk, Harley, Reza ss dll.

Ada tiga teknik dasar di dalam freestyle, yaitu Wheelie, Stoppie dan Burn-out. Wheelie adalah mengangkat ban-depan sepeda motor, Stoppie adalah mengangkat ban belakang sepeda motor, dan burn-out adalah teknik memutar ban belakang dalam keadaan ban depan diam, sehingga ban depan tersebut bergesekan dengan aspal dan menghasilkan asap yang tebal.

Untuk melakukan wheelie, khususnya di Honda Tiger, pertama-tama tekan tuas kopling setengah agar tenaga motor dapat, sambil mengalihkan berat badan rider ke belakang motor, kemudian lepas kopling dan gas bersamaan dengan kopling.

Untuk Stoppie, jalankan motor, kemudian tekan rem depan setengah, sehingga shockbreaker mulai turun, tetapi motor tetap jalan.. Lalu tekan rem sampai habis sambil memindah berat badan ke depan. Setelah roda belakang motor naik, selanjutnya tinggal menahan beban motor tadi dengan kedua tangan kita.

Sedangkan untuk Burn-out, rider dapat melakukannya dengan cara memindah berat badan rider ke bagian depan, sambil menekan habis rem depan, kemudian gas.. Maka roda belakang akan berputar dan gesekan dengan aspal akan menghasilkan asap dari roda belakang.

Trik diatas memang terlalu sederhana jika dibandingkan dengan kenyataannya, maka banyak latihan sangat diperlukan agar menguasai trik-trik tersebut.

Jangan lupa, Pengaman-pengaman diri seperti helm SNI/DOT/Snell, protector siku dan dengkul, dan sepatu wajib digunakan ketika latihan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Semoga berguna
Aldi
Independent Tiger X-treme

tips gir belakang honda tiger yang sering goyang March 12, 2010

Posted by Red Bikerz in Bikes tips.
Tags: , , , , ,
6 comments

tips untuk gir belakang tiger yang sering goyang
————————————————

Modifikasi velg dengan ukuran lebih kecil memang bagus untuk tampilan Tiger kita, umumnya yang dipakai adalah velg ukuran 17 dan memakai ban ukuran min 120.. tapi, kekuatan velg modifikasi kadangkala tidak sebagus velg original dari Honda Tiger. Akibatnya, setelah pemakaian satu tahun ke atas, gir belakang mulai goyang, karena as dari velg sudah terkikis oleh snap ring dan velg.

untuk menyiasatinya, dapat dengan ‘menjepit’ snap-ring tersebut dengan gir bekas yang telah dipotong durinya, dengan gir belakang tiger.. jadi gir bekas tersebut akan berfungsi menjadi semacam ring untuk gir belakang..

dan karena pada umumnya baut gir belakang kurang panjang, brother dapat menyiasatinya dengan memasang gir belakang terbalik (penahan rantai di belakang, arah ke dalam velg)..

dengan memakai trik ini, snap-ring tidak akan goyang-goyang lagi (karena dijepit 2 gir), dan bos gir yang ada di dalam velg, menjadi lebih awet..

semoga berguna,

Aldi
Independent Tiger Martapura Kalsel

konstruksi monoshock untuk honda tiger 2000 August 18, 2008

Posted by Red Bikerz in Bikes tips.
Tags: , , ,
41 comments

Desain Monoshock Di Honda Tiger

Cuma sekedar sharing saja, sebulan yang lalu, Saya dan 2 orang teman saya dari Independent Tiger Extreme, yaitu Agus dan Kiki sepakat untuk memasang monoshock di Honda Tiger Kami. Kami akan memasang monoshock, dengan konsep konstruksi yang berbeda-beda. Saya dengan konsep

konstruksi gabungan antara Unitrack (Yamaha R1, R6) dan Ducati Linkage System (Multistrada, Hypermotard). Kiki dengan konstruksi Aprillia Shiver dan Agus dengan konstruksi konvensional (dengan keunggulan tidak melepas filter udara).

Kami ingin mengetahui, konstruksi mana yang paling nyaman digunakan, tidak ambles saat dinaiki baik sendiri maupun boncengan dan juga kami ingin mengetahui apakah dengan modal monoshock Satria kw 2 seharga Rp 100.000,00. Dapat membuat monoshock yang kuat dan nyaman digunakan.

konstruksi monoshock independent tiger extreme

konstruksi monoshock independent tiger extreme

biaya pembuatan konstruksi dari plat besi
Aldy : Rp 250.000,00
Agus : Gratis (dikerjain bapaknya :p)
Kiki : Rp 50.000,00

Dan Hasilnya, semua monoshock yang kami buat. Tidak ambles sama sekali, stabil dalam menikung, dan kelenturannya pas. Dan Konstruksi Agus lebih istimewa, karena tidak melakukan pengelasan di ARM-nya. Cuma memakai baut-baut pengikat saja.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.